BAGAIMANA SEORANG MUSLIM BERFIKIR
Manusia adalah makhluk yang telah diberi Allah sarana
berpikir. Sayangnya kebanyakan manusia tidak menggunakan sarana ini sebagaimana
mestinya.
Pernahkan anda berpikir bahwa anda tidak ada sebelum anda
dilahirkan, dan kemudian secara tiba-tiba anda muncul di muka bumi? Pernahkan
anda memikirkan bahwa kulit buah pisang, melon, semangka atau jeruk berfungsi
sebagai pembungkus yang berkualitas tinggi yang mampu menjaga aroma dan rasa
buah tersebut? Manusia adalah makhluk yang telah diberi Allah sarana berpikir.
Sayangnya kebanyakan manusia tidak menggunakan sarana ini sebagaimana mestinya…
Buku ini bertujuan untuk mengajak manusia berpikir sebagaimana mestinya dan
untuk memberikan arahan dalam kegiatan berpikirnya.
SATU
Pendahuluan
Pernahkah anda memikirkan bahwa
anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini; dan anda telah diciptakan dari
sebuah ketiadaan?
Pernahkan anda berpikir bagaimana
bunga yang setiap hari anda lihat di ruang tamu, yang tumbuh dari tanah yang hitam,
ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna-warni?
Pernahkan anda memikirkan seekor
nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari anda, mengepakkan
sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu
melihatnya?
Pernahkan anda berpikir bahwa
lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk
berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging
buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?
Pernahkan anda berpikir bahwa
gempa bumi mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika anda sedang tidur, yang
menghancur luluhkan rumah, kantor dan kota anda hingga rata dengan tanah
sehingga dalam tempo beberapa detik saja anda pun kehilangan segala sesuatu yang
anda miliki di dunia ini?
Pernahkan anda berpikir bahwa
kehidupan anda berlalu dengan sangat cepat, anda pun menjadi semakin tua dan
lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan
kekuatan anda?
Pernahkan anda memikirkan bahwa
suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah akan datang menjemput
untuk membawa anda meninggalkan dunia ini?
Jika demikian, pernahkan anda
berpikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang
sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai
tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat?
Manusia adalah makhluk yang
dilengkapi Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak
menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada
kenyataannya sebagian manusia hampir tidak pernah berpikir.
Sebenarnya, setiap orang memiliki
tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya.
Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai
sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya.
Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal
ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang
mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal
mungkin.
Buku ini ditulis dengan tujuan
mengajak manusia "berpikir sebagaimana mestinya" dan mengarahkan
mereka untuk "berpikir sebagaimana mestinya". Seseorang yang tidak
berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang
penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan
penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah
menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan sebagaimana dinyatakan dalam
Al-Qur'an:
"Dan Kami tidak menciptakan
langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain- main. Kami
tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui." (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39)
"Maka apakah kamu mengira,
bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa
kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS. Al-Mu’minuun, 23:115)
Oleh karena itu, yang paling
pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah
tujuan dari penciptaan dirinya, baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di
alam sekitar serta segala kejadian atau peristiwa yang ia jumpai selama
hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui
kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung
jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah; namun sayang sudah
terlambat. Allah berfirman dalam Al- Qur'an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia
akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut:
"Dan pada hari itu
diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi
tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah
baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."
(QS. Al-Fajr, 89:23-24)
Padahal Allah telah memberikan
kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil
kesimpulan atau pelajaran- pelajaran dari apa yang kita renungkan untuk
memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di
akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui
para Nabi dan Kitab-kitab- Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan
diri mereka sendiri dan jagad raya:
"Dan mengapa mereka tidak
memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan
bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan
waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia
benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." QS. Ar-Ruum, 30: 8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar